Sempat Geger, Polisi Tegaskan Kasus Lima Anak Di Karang Anyar Bukan Diculik

Terkini 19 Aug 2026 04:46 • 2 min read • 59 views • By Intan

Share berita ini

Sempat Geger, Polisi Tegaskan Kasus Lima Anak Di Karang Anyar Bukan Diculik
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono.

Banjarbaru, Mataborneo.online — Kabar mengenai dugaan penculikan lima anak di kawasan Karang Anyar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, dipastikan tidak terbukti. Kepolisian menyebut peristiwa tersebut terjadi karena adanya salah paham yang berkembang di tengah masyarakat.


Sebelumnya, warga sempat dibuat khawatir setelah beredar informasi bahwa lima anak dibawa secara bersamaan dari kawasan tersebut. Kelima anak itu kemudian diketahui berada bersama seorang perempuan bernama Revita Marsinti Putri.


Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan anggotanya tidak menemukan indikasi adanya penculikan. Polisi juga tidak menemukan tindakan kekerasan ataupun penyekapan terhadap anak-anak tersebut.


Menurut Yuwono, perempuan tersebut diketahui bekerja di Laundry Sihab. Ia diduga memiliki kerinduan terhadap anak kandungnya yang masih berusia sekitar lima tahun. Setelah bercerai, anak kandungnya tinggal bersama mantan suaminya.


“Motifnya karena beliau kangen dengan anaknya. Karena baru punya anak lima tahun, kemudian cerai dan anaknya ikut suaminya. Ketika melihat anak-anak itu, beliau juga senang dan kangen,” kata Yuwono, Selasa (18/8/2026).


Dalam kondisi tersebut, perempuan itu kemudian mengajak salah seorang anak untuk pergi mengaji ke tempat tinggalnya. Saat perjalanan, beberapa anak lainnya ikut bergabung hingga jumlahnya menjadi lima orang.


Sesampainya di tempat kos, tidak ditemukan adanya perlakuan kasar terhadap anak-anak tersebut. Mereka justru mengikuti kegiatan mengaji sebelum kemudian diantar kembali. Polisi juga menyebut perempuan tersebut sempat berpapasan dengan orang tua anak-anak saat perjalanan.


“Tidak ada kekerasan, disekap juga tidak ada. Kemudian diajar mengaji, setelah itu diantar pulang. Bahkan yang bersangkutan bertemu dengan orang tua anak-anak tersebut di jalan,” jelas Yuwono.


Dari keterangan keluarga, polisi juga mengetahui bahwa perempuan tersebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Ia disebut pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.


Meski anak-anak sudah ditemukan, polisi tidak langsung menganggap persoalan selesai. Personel Polsek Banjarbaru Utara tetap mendatangi lokasi untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus memeriksa kemungkinan adanya tindak pidana.


“Anggota Polsek Banjarbaru Utara tetap kami perintahkan ke TKP untuk mencari pidananya. Ternyata ceritanya seperti itu. Artinya, anak-anak diantar pulang dan bertemu orang tuanya di tengah jalan,” ujarnya.


Perempuan tersebut sempat dibawa ke Polsek Banjarbaru Utara untuk mendapatkan penanganan. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi kejiwaan serta informasi dari keluarga, polisi selanjutnya

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo